baju barong murah ,
baju barong bali, baju barong kekinian, baju barong panjang, baju barong
pendek, baju barong anak, baju barong tye die , baju barong warna , baju barong
katun, baju barong motif
#BaliPunyaSejarah
Sejarah baju barong:
Pande Krisna, Pembuat Kaos
Barong Pertama, Thn 1969
Kaos Barong, menjadi
salah satu oleh-oleh khas Bali yang paling diminati wisatawan saat berkunjung
ke Bali. Ternyata kaos ini tercipta dari sebuah ketidaksengajaan. Seperti apa? "Kaos
barong itu saya temukan tanpa sengaja, saat sedang melakukan percobaan untuk
warna kain Endek," ujar Pande Ketut Krisna, di kediamannya di Batubulan,
Gianyar, Bali, belum lama ini.
Lebih lanjut, pria
kelahiran 21 Juni 1946 ini menjelaskan, saat menemukan Kaos Barong sekitar
tahun 1969, ia dan keluarganya di Gianyar, tengah mencoba mengembangkan kreasi
kain Endek Bali. Saat itu, warna kain Endek Bali maksimal hanya dua
warna."Waktu itu, saya sedang mencoba membuat kain Endek Bali agar kainnya
warna-warni. Tadinya hanya dua warna,
yakni warna dasar hitam dipadu biru, hitam dipadu hijau, coklat, dan
sebagainya," ujarnya.
Pande kemudian melakukan
eksperimen untuk menciptakan warna yang lebih variatif. Ia melakukan eksperiman
celup benang tenun untuk menciptakan kain endek warna-warni. Akhirnya
terciptalah kain endek warna-warni. Inovasi ini menghasilkan banyak warna atau
catrian. Kain endek yang dulunya dua warna, kini menjadi 5 warna. "Setelah
coba-coba berbagai macam cara, akhirnya saya menemukan alat dan cara untuk
menciptakan aneka warna pada kain endek, Catrian namanya. Penemuan inilah yang
kemudian juga kita kembangkan sehingga terbentuk baju barong di tahun 1969.
Jadi tidak sengaja kita temukan baju barong dari catrian itu,"kenangnya.
Sejak pertama dibuat
hingga hari ini, motif atau desain gambar baju barong dibuat sederhana. Tujuannya
agar mudah dibuat."Kenapa barong, karena barong yang paling gampang
dibuat, tapi bukan barong ketet (ket). Bentuknya kita buat yang paling
sederhana, kalo gambar Barong Ket, susah, kita bikin yang gampang
saja,"ujar pria yang juga perintis toko oleh-oleh modern di Bali ini.saat
dibuat tahun 1969, kaos atau baju Barong dijual di berbagai obyek wisata
seperti di Ubud dan Kuta. Dulu kaos barong dijual Rp 1.500 per potong dan laku
keras. Karena penemuan baru, sehingga banyak permintaan. "Hasil menjual
baju barong membawa berkah bagi saya. Dulu di Gianyar tempat usaha saya kecil.
Berkah baju barong membuat saya sukses. Baju barong sudah dijual ke berbagai
negara, karena buatan tangan dan unik,"jelas Pande.
Meski sudah membuat
sekaligus menciptakan baju barong sejak tahun 1969, namun Pande mengaku tidak
memiliki hak patennya. "Saya waktu itu tidak berpikir soal
paten, saya punya pikiran, dua tahun sudah cukup. Anggota keluarga yang lain
juga kita tularkan ilmu cara bikinnya, kita tidak bisa rahasia sama keluarga.
Tapi jika memang dianggap perlu, mungkin pemerintah bisa membantu untuk
mempatenkan, agar hak cipta baju barong tetap menjadi milik masyarakat
Bali," jelasnya. Sejak dibuat tahun 1969 hingga saat ini, penjualan
kaos Barong selalu stabil. Permintaan tak hanya datang dari wilayah Indonesia,
tapi juga dari mancanegara. Kini baju atau kaos barong khas Bali ini dijual
dengan harga mulai Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu. (Beritabali.com, Gianyar.)
Nah gimana nih, setelah
baca sejarah nya yang luar biasa, pasti makin penasaran kan sama baju barong
ini. Jadi buat kalian yang punya rencana berlibur ke bali, jangan Lupa ya
mampir belanja ke toko-toko disana untuk membeli baju barong ini buat kalian
juga sebagai oleh oleh untuk keluarga serta kerabat dirumah, tapi kalo belum sempat atau belum pernah kebali bisa banget beli online dibai.allstuff, atau dengan cara menghubungi WA: 081338222854 atau IG: bali.allstuf